Kimjoe's Blog

Sistem Pentanahan (Grounding System)

Posted on: September 18, 2010

1. UMUM

1.1 Pentanahan, digambarkan sebagai suatu pelaksanaan koneksi dengan mana suatu peralatan atau sirkit dihubungkan pada bumi. Koneksi yang digunakan untuk menetapkan dan memelihara potensi dari  bumi, atau kira-kira potensi itu, pada peralatan atau sirkit yang dihubungkan ke itu. Suatu ” pentanahan” terdiri dari suatu konduktor pentanahan, suatu elektroda pentanahan, suatu konnektor pentanahan yang menyentuh konduktor yang Pentanahan pada elektroda tanah, dan soil dalam hubungan dengan elektroda tanah.

1.2 Penggunaan Pentanahan dalam Aplikasi Proteksi:

1.2.1 Karena gejala alami, seperti kilat, tanah digunakan untuk membebaskan sistem dari arus sebelum personil atau pelanggan dapat terluka atau komponen sistem yang peka dapat rusak.

1.2.2 Karena potensial dalam kaitan dengan kegagalan sistem tenaga listrik dengan kembalian tanah, tanah membantu dalam memastikan operasi yang cepat menyangkut relay proteksi sistem daya dengan menyediakan jalan arus gagal tahanan rendah tambahan. Jalan tahanan rendah menyediakan tujuan untuk mengeluarkan potensial secepat mungkin. Tanah harus mengalirkan potensial sebelum personil terluka atau sistem telepon rusak.

1.3 Tahanan Pentanahan: Idealnya, suatu tanah harus mempunyai tahanan nol ohm. Pada kenyataannya, nilai ini tidak bisa diperoleh dalam kaitan dengan tahanan rangkaian seperti ditunjukkan dalam Gambar 1: Komponen Tahanan dalam suatu Koneksi Pentanahan. Metoda dan teori pentanahan untuk memperoleh suatu tahanan praktis tanah yang paling kecil akan dibahas dalam paragraph berikut.

2. GEJALA  YANG MEMPENGARUHI TAHANAN PENTANAHAN

2.1 Pendahuluan: Suatu elektroda pentanahan tidak bisa dikemudikan ke dalam soil dengan harapan perolehan yang baik, tahanan rendah, tanah. Banyak faktor, keduanya alami dan manusia, bisa mempengaruhi hasil. Sebagian dari faktor meliputi:

2.1.1 Resitifitas Bumi: Resistifitas listrik dari  bumi (tahanan bumi untuk mengalirkan arus) menjadi arti penting utama. Unit resistifitas bumi, ohm·meter, didefinisikan sebagai tahanan, dalam ohm, antara permukaan yang berlawanan dari suatu kubus satu meter kubik dalam volume. Suatu unit pengukuran alternatif, ohm·centimeter, didefinisikan sebagai tahanan dalam ohm, antara permukaan yang berlawanan dari satu centimeter kubik dari bumi. Untuk mengkonversi ohm·meters ke ohm·centimeters, kalikan dengan dengan 100.

2.1.1.1 Resistifitas bumi bervariasi atas suatu cakupan yang pantas dipertimbangkan. Di Amerika Serikat resistifitas bervariasi dari beberapa ohm·meter sepanjang beberapa pantai sampai beribu-ribu ohm·meter dalam daerah berbatu-batu, bergunung-gunung. Gambar 2: Perkirakan Resistifitas Rata-Rata Bumi di U.S. menyediakan data yang sangat umum pada resistifitas bumi permukaan rata-rata sepanjang Amerika Serikat.

2.1.1.2 Sebagai tambahan terhadap variasi regional, resistifitas bumi boleh bertukar-tukar secara luas di dalam jarak sangat kecil dalam kaitan dengan kondisi-kondisi soil lokal. Tabel I mendaftar cakupan resistifitas bumi yang khas untuk berbagai jenis soil. Tabel ini akan bermanfaat di dalam pemilihan penempatan di mana suatu pentanahan diharapkan untuk diinstall.

TABEL I: RESISTIFITAS BERBAGAI SOIL

JENIS SOIL RESISTIFITAS (Ohm-meter)
Loam 5       –         50
Clay 4       –        100
Sand/Gravel 50       –      1,000
Limestone 5       –     10,000
Sandstone 20       –      2,000
Granite 1,000       –      2,000
Slates 600       –      5,000

2.1.2 Moisture Soil: Soil yang hampir manapun, dengan suatu isi moisture nol, adalah suatu alat penyekat/bahan isolasi. Yang kebetulan, kondisi ini jarang ditemui kecuali di area padang pasir atau selama periode dari musim kering ekstrim. Gambar 3: Variasi Resistifitas Soil Tipikal dengan Moisture menggambarkan tipikal pengaruh moisture pada resistifitas soil. Haruslah dicatat bahwa di atas 17% moisture oleh menimbang moisture tambahan hanya mempunyai sedikit efek. Di bawah resistifitas figur ini naik dengan cepat sampai, pada 2% moisture [itu] menjangkau 100 kali nilai nya pada 17% moisture. Begitu, suatu yang baik pentanahan koneksi perlu selalu dalam hubungan dengan soil [yang] mempunyai;nikmati suatu air tanah isi lebih dari 17%. Sumur lokal drillers harus bisa menyediakan informasi mengenai kedalaman dari  permukaan air di bawah tanah di (dalam) area mereka. air Isi yang sendiri tidak menghasilkan suatu yang baik Pentanahan di (dalam) banyak area jadi jangan disesatkan oleh kedalaman moisture [yang] saja. ( Lihat Soil isi Mineral Bagian untuk mengikuti).

2.1.3 Muatan Mineral Soil: Air dengan tidak ada isi garam mineral hampir sama  yang baik suatu alat penyekat/bahan isolasi seperti  soil dengan tidak ada isi moisture. Gambar 4: Efek Mineral [yang] Khas Garami di atas bumi Resistifitas menggambarkan efek mineral menggarami isi pada [atas] resistifitas soil. Soil yang (mana)  kekurangan garam mineral dapat larut cukup mungkin (adalah) ditemui dari waktu ke waktu.

2.1.4 Temperatur: Sebagaimana temperatur soil berkurang, resistifitas meningkat. Ketika temperatur soil turun di bawah titik beku air, resistifitas meningkat dengan cepat, seperti ditunjukkan dalam Gambar 5: Variasi Resistifitas Soil Tipikal dengan Temperatur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: